Highlight, Review, Terkini,

Poetic, Romantisme & Melankolik “Juicy Luicy” Di EP “Sentimental: Side A”

Juicy Luicy berawal karier sekitar tahun 2015 dengan nuansa Pop mid tempo “Aku Cinta Dia Yang Cinta Pacarnya” dengan all that sax Pop JL tidaklah begitu berjaya memikat pasaran muzik Indonesia ketika itu.

Sehinggalah tahun lalu mereka tampil booming sekali dengan rilis “Tanpa Tergesa” yang berhasil mendapat jumlah strim lebih 30 Juta di Spotify dan sehingga hari ini masih kekal di carta teratas Billboard Indonesia.

Setelah kejayaan “Tanpa Tergesa” mereka tidak membuang banyak masa untuk merilis “Mawar Jingga” yang begitu melankolis sekali hasilnya di bawah produksi muzik Ari Renaldi, lagu itu begitu membuai rasa dengan feel yang begitu mengasyikan.

Dan minggu sudah setelah hampir lima single dihasilkan, mereka mengeluarkan EP perdana yang diberi judul “Sentimental: Side A” yang berisi 5 lagu sebelum 5 lagu dirilis sebagai melengkapkan album penuh mereka.

Sentimental: Side A dibikin dengan perasaaan.

Melewati EP saya benar-benar terlarut dalam persembahan muzik berkualiti yang mereka hasilkan. Biar yang masih dijual adalah idea balada, namun mereka bijak bergerak sebagai sebuah gerakan Pop yang tampil dengan revolusi dalam membuah ilham Balada yang berkelas.

EP ini dibuka sengan cemerlang string “Dibalik Layar” komposisi Ben Sihombing dan Denis Ligia. Seawal bait “Hapus semua bedakmu…” sudah mencipta satu perasaan yang cukup baik dalam menikmati lagu ini.

Dan perasaan yang indah ini diteruskan dengan kelembutan melodi “Tak Terbaca” yang terisi feel serupa “Tanpa Tergesa” . Lagu begini saya kira cukup mudah menangkap perasaan pendengar dalam jalinan cerita kecewa cinta anak muda remaja.

Saya lebih terbuai dengan “Terlalu Tinggi” yang tidak salah jika boleh disifatkan sebagai rilis terbaik mereka sepanjang berkarier. Lagu ini tampil dalam pesona melodi yang cukup baik dengan transisi verse ke korus yang mengkhayalkan disambut puitis liriknya.

Saya kira kekuatan sebenar Juicy Luicy selain penghasilan melodi yang membuai adalah kerana baiknya alunan vokal Julian yang melepas nyanyiannya dengan begitu bersahaja tanpa terlalu melebih-lebih.

Album ini ditutup dengan dua single awal “Mawar Jingga” dan “Tanpa Tergesa” yang pastinya sudah lebih awal memikat penggemar muzik mereka.

Mendengar EP “Sentimental: Side A” ini membuatkan saya fikir dalam keterujaan ramai anak muda menghasilkan muzik berevolusi dengan efek khusus, mereka terlupa teras dalam penciptaan lagu itu adaah melodi yang baik. Dan “Juicy Luicy” menerusi EP ini telah membuktikan teras melodi itu adalah kekuatan untuk sesebuah lagu yang dihasilkan.

9/10


ARTIKEL BERKAITAN

Menyelisik Perasaan Adrian Khalif Menerusi EP “Feelings Under Construction”

Review, Terkini,

Santai “Julian Jacob” Di Single “Ternyata Dia Gila” Bersama “Young Lex”

Setelah berhasil merebut hati para penikmat muzik Indonesia lewat single “Dummy” dan “Kembali Kurasa”, sosok tampan soloist asal Jakarta bernama Julian Jacob merilis single terbarunya berjudul Ternyata Dia Gila”. 

Menerusi single ini, Julian Jacob tampil sepenuhnya dengan single berbahasa Indonesia bagi menyasarkan pendengaran yang lebih luas. Menambah keunikan rilis ini, lagu Ternyata Dia Gila tema cinta anak muda yang jarang dirungkai pemuzik Indonesia lainnya. 

Lewat single terbarunya Ternyata Dia Gila, ini merupakan kolaborasi perdana Julian Jacob dengan Young Lex sebagai sesama musisi. Julian berharap single Ternyata Dia Gila bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya untuk para remaja yang sedang ingin membangun kisah cintanya.

Masih kental dengan sisi Urban Pop seperti sebelumnya, Julian Jacob ternyata serasi dengan genre yang satu ini. Pasaran muzik begini bukan lagi asing di pasar besar muzik Indonesia. Dengan kolaborasi unik bersama Young Lex, nyata menghasilkan sesuatu segar.

Cuma apa yang kurang tentang lagu ini bagi saya secara personal masih kurang elemen estetik muzik yang lebih asli sekadar meneruskan kelangsungan feel R&B dan Reggaeton yang disulam rap sederhana Young Lex. Tapi ia masih catchy dan terkini.

6/10


ARTIKEL BERKAITAN

Pesona Tiya Menerusi Single Terkini Berjudul “Baby You”

#PerspektifMuzik, Highlight, Terkini,

Daftar Lengkap Nominasi “Anugerah Musik Indonesia” 2019

NOMINE KARYA PRODUKSI TERBAIK TERBAIK

Adu Rayu (Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly)
Bicara (TheOvertunes, Monita Tahalea)
Cinta Luar Biasa (Andmesh Kamaleng)
Kisahku (Brisia Jodie)
Labirin (Tulus)
Tak Ingin Pisah Lagi (Marion Jola, Rizky Febian)

NOMINE ALBUM TERBAIK TERBAIK

Dilan 1990-1991 (Original Motion Picture Soundtrack) (The Panasdalam Bank)
Jejak (Rizky Febian)
Love (D’masiv)
Mantra Mantra (Kunto Aji)
Memory Lane (TheOvertunes)
Merakit (Yura Yunita)

NOMINE PENDATANG BARU TERBAIK TERBAIK

Diskoria (Balada Insan Muda)
Hindia (Secukupnya)
Nadin Amizah (Rumpang)
Pamungkas (I Love You But I’m Letting Go)
Yotari (Warna Baru)

NOMINE TIM PRODUKSI SUARA TERBAIK

Ari Renaldi (Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly)
Ari Renaldi (Labirin – Tulus)
Bam Mastro (Better Days – Elephant Kind, Heidi The Girl with The Hair)
Jonathan Pardede (Mine (Night) – Raisa,Dipha Barus)
Stephan Santoso (Pikiran dan Perjalanan – Barasuara)
Stevano (A Long Way – Eva Celia)
Widi Puradiredja, Javafinger (Senja Teduh Pelita – Maliq & D’Essentials)

NOMINE PRODUSER REKAMAN TERBAIK

Aldi Nada Permana (Cinta Luar Biasa – Andmesh Kamaleng)
Ari Renaldi (Labirin – Tulus)
Ifa Fachir (Harta Berharga – Bunga Citra Lestari)
Laleilmanino (Tak Ingin Pisah Lagi – Marion Jola, Rizky Febian)
Tohpati (Kisahku – Brisia Jodie)
Yovie Widianto (Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly)

Yura unggul dengan tiga nominasi Artis Solo Wanita Pop Terbaik, Album Pop Terbaik dan Album Terbaik

NOMINE ARTIS SOLO WANITA POP TERBAIK

Brisia Jodie (Kisahku)
Bunga Citra Lestari (Harta Berharga)
Fatin (Jingga)
Hanin Dhiya (Suatu Saat Nanti)
Marion Jola (Pergi Menjauh)
Yura Yunita (Buka Hati)

NOMINE ARTIS SOLO PRIA POP TERBAIK

Andmesh Kamaleng (Cinta Luar Biasa)
Ardhito Pramono (Bitterlove)
Judika (Cinta Karena Cinta)
Kunto Aji (Rehat)
Pamungkas (I Love You But I’m Letting Go)
Rizky Febian (Menari)

NOMINE DUO/GRUP POP TERBAIK

3 Composers (Bangun Cinta)
Geisha (Kering Air Mataku)
HiVi! (Satu Satunya)
Noah (Wanitaku)
TheOvertunes (Takkan Kemana)
Yovie & Nuno (Demi Hati)

NOMINE PENCIPTA LAGU POP TERBAIK

Brisia Jodie, Michael Juan Bambang Nugraha (Kisahku – Brisia Jodie)
Faisal Resi (Cinta Luar Biasa – Andmesh Kamaleng)
Laleilmanino (Tak Ingin Pisah Lagi – Marion Jola, Rizky Febian)
Laleilmanino, Rizky Febian (Menari – Rizky Febian)
Mikha Angelo (Bicara – TheOvertunes, Monita Tahalea)
Yovie Widianto,Tulus (Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly)

TAHUN CEMERLANG RIZKY FEBIAN DAN MARION JOLA

NOMINE PENATA MUSIK POP TERBAIK

Aldi Nada Permana (Cinta Luar Biasa – Andmesh Kamaleng)
Ifa Fachir (Harta Berharga – Bunga Citra Lestari)
Laleilmanino (Tak Ingin Pisah Lagi – Marion Jola, Rizky Febian)
Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, Mada Emmanuelle (Bicara – TheOvertunes, Monita Tahalea)
Tohpati (Kisahku – Brisia Jodie)
Yovie Widianto (Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glenn Fredly)

NOMINE ALBUM POP TERBAIK

Dilan 1990-1991 (Original Motion Picture Soundtrack) (The Panasdalam Bank)
Jejak (Rizky Febian)
Love (D’masiv)
Mantra Mantra (Kunto Aji)
Memory Lane (TheOvertunes)
Merakit (Yura Yunita)

NOMINE ALBUM JAZZ TERBAIK

Better Future (Dony Koeswinarno)
Gong (Simak Dialog)
Lights On (Indro Hardjodikoro)
Meta (Gerald Situmorang, Sri Hanuraga)
Sanggah (Kadek Rihardika)

NOMINE ARTIS SOLO PRIA/WANITA SOUL/R&B TERBAIK

Gloria Jessica (Hold On)
Monica Karina (Skin to Skin)
Rahmania Astrini (It’s Amazing)
Rinni Wulandari (Crazy Over You)
Teza Sumendra (WKNDCRUISIN’)

NOMINE ARTIS SOLO PRIA/WANITA URBAN TERBAIK

Eva Celia (A Long Way)
Isyana Sarasvati (Stargazing)
Marion Jola (So In Love)
Sheryl Sheinafia (Setia)
Tulus (Labirin)


ARTIKEL BERKAITAN

Daftar Nominasi AMI Awards 2018 – Dominasi Pasaran Urban & Persaingan Junior Senior Industri Muzik Indonesia.

Review, Terkini,

Pesona Tiya Menerusi Single Terkini Berjudul “Baby You”

Tiara Degrasia, atau yang lebih dikenali dengan “Tiya”, tampil dengan single terbaru berjudul Baby You hasil ciptaan Tiya sepenuhnya. Tampil dengan feel Neo R&B yang disulam kemasan muzik “Rony Wijaya” sebagai produser dan “Errel Dave” yang melakukan mixing trak ini.

Tampil lebih awal di acara pertandingan nyanyian seperti Indonesian Idol sebelum berjaya menjada 3 besar di acara The Voice Indonesia – Tiya benar benar membius dengan suara emasnya yang lembut dan bikin bergetar sepanjang pertandingan berlangsung.

Sempat muncul dengan dengan single “Hey Girls” – Fiya malah vakum setelah itu selama hampir 5 tahun sebelum kembali segar dengan single terbarunya ini yang tampil lebih pesona.

“Baby You” diilhamkan dari kisah hidupnya sendiri, terhasil sehari selepas hari penikahannya hadir sebagai sebuah nuansa bahagia yang terasa sekali dalam penyampaian sederhana namun berjiwa Tiya.

Mendengar Tiya di single ini saya benar-benar enjoy dengan percaturan Pop R&B yang minimal dalam serakan lirik penuh cinta ini, membuatkan saya tidak sabar melihat versi live Tiya melantunkan single terbarunya ini.

Memberi penekanan pada kualiti rakaman, proses mastering single “Baby You” disempurnakan Steve Carrao dari studio Sage Audio, Amerika Syarikat.

6.5/10


ARTIKEL BERKAITAN

Kaka Azraff Tampil Dengan Love Anthem Berjudul “Diamonds”

Review, Terkini,

“I Won’t Let You” Pertaruhan Perdana CACCIA Dalam Rencah Muzik EDM Pop

Terinspirasi daripada pengaruh muzik Jorja Smith, Snakeships dan Lianne La Havas antaranya menyatukan dua anak muda – Anya (Vokal) dan Kenny (Instrumen) sebagai paduan duo EDM Pop terbaru seberang yang menggelar diri mereka sevabai CACCIA.

Tampil dengan single perdana mereka berjudul “I Won’t Let You” yang beredar 4 Oktober lalu di semua gedung muzik digital, karya ciptaan bersama Ikhsan Bimoseno, Kenny Giandra dan Zefanya Siaahan menzahirkan vibe muzik urban yang tampil cukup segar.

Mahu menyatukan emosi dalam sentuhan muzik terkini, CACCIA berawal sebagai rakan sekerja yang berkongsi inspirasi dalam bermuzik sejak 2012 sebelum menyulam cinta serta menghasilkan muzik bersama.

Meneruskan pasar besar pasaran muzik urban yang sudah diusahakan KLAV, Teza Sumandera, Dipha Barus dan Ben Sihombing antaranya – CACCIA hadir dengan sebuah attitude serupa yang cukup meyakinkan dengan single perdana mereka ini.

6.8/10


ARTIKEL BERKAITAN 

Summer Anthem Dipha Barus & Monica Karina Diteruskan Menerusi Single “You Move Me”

Review, Terkini,

De Fam Tampil Perdana di Tahun Ini Dengan Single “Panas”

Setelah kali terkahir tampil dengan projek kolaborasi bersama Sephora Malaysia meenrusi single “The Sephora Girls” ciptaan Alif bersama SonaOne, kumpulan gadis bertiga Sophia, Manggis dan Azira tampil sekali lagi dengan single mid-tempo berjudul “Panas”.

Sekali lagi dengan hasil ciptaan kreatif Alif, De Fam yang tampil perdana dengan single ini beberapa minggu lalu di pentas Anugerah Bintang Popular, bakal meneruskan kelibat mereka di pentas muzik perdana menerusi single ini.

Tampil dengan single terakhir pada tahun 2017 menerusi lagu berjudul “Bila Ada Kamu”, De Fam awal dikenali dengan single “Supergirls” sebelum tampil dengan lagu berjudul “With You” bersama Brandon Beal.

“Panas” mengambil ilham Pop semasa dengan signature muzik Hip-Hop grup ini dengan garapan muzik personal Alif yang nyata catchy dengan beat magic portion-nya. Single “Panas”beredar 27 September lalu di semua gedung muzik digital.

6/10


ARTIKEL BERKAITAN

#NewMusicFriday Bil Musa Tampil Mempesona Menerusi Single “Pikachu – Aku Pilih Kamu”

Review, Terkini,

2 Dekad “Tegar” Diedarkan, Rossa Tampil Rendisi Terkini

Mula dikenali dengan single karya cipta Melly Goeslaw dan Anto Hoed berjudul “Tegar” 20 Tahun lalu, Rossa meraikan 2 dekad penglibatannya dalam bermuzik dengan rilis rakaman semula “Tegar 2.0” yang beredar hari ini 4 Oktober 2019.

Menjadi salah satu lagu penting sepanjang karier bermuziknya, Rossa memhembuskan nafas segar “Tegar 2.0” Yang disusun kemas muziknya oleh Ronald Steven dengan bantuan Gamliel yang bertindak sebagai vocal coach rendisi terbaru ini.

“Tanpa meninggalkan nuansa keresahan hati yang sangat erat terikat dalam versi original, “Tegar 2.0″ tampil membawa perasaan galau tersebut dalam kemasan yang berbeda.” Menurut Rossa.

Siap tampil dengan muzik video yang disutradai oleh Lando, musik videonya tampil berbeza dari muzik video Rossa sebelumnya. Dengan mengandalkan setting minimalis yang colorful, sedikit koreografi simple menghasilkan muzik videonya kali ini.

#PerspektifMuzik, Highlight, Review, Terkini,

Beredar Balik Ke Pasaran Muzik 20 Tahun Sebelum, Ini 10 Lagu Terbaik Di Tahun 1999

Ketika Raihan muncul di tahun 1997 dengan debut “Puji-Pujian”syarikat rakaman Warner Music ketika itu sudah cukup siap memberi satu variasi beragam muzik tempatan dengan produk nasyid yang dikontemporarikan muziknya dalam kualiti rakaman yang cukup membanggakan.

Dan ketika itu juga Warner Music memberi revolusi segar muzik Dangdut yang didominasi Iwan, Amelina dan Mas Idayu juga Sheeda. “Dang Dang Dut”album kolaborasi tiga nama besar muzik Dangdut ketika itu begitu booming sekali dengan hits “Yang Tersayang”.

Setelah itu sehingga ke hujung era 90-an, Warner Music tidak putus memberi evolusi Pop yang segar dan dominan di pasar besar mainstream. Dan usaha yang dilakukan Warner ini tentu saja diteruskan batallion muzik Positive Tone yang dikepalai ilham berani Ahmad Izham Omar mengangkat pasaran muzik Urban.

Maka lahirkan bakat-bakat indie seperti Butterfingers, O@G, Juliet The Orange, Jason Lo, Poetic Ammo dan lainnya. Masih ingat Deanna Yusoff pernah tampil dengan album berjudul “FIX” sebagai jelmaan Kylie Minoque Malaysia dalam ilham Dance Pop yang membangakan.

Begitu juga dengan kemunculan semula Liza Aziz dalam sebuah rendisi R&B yang cemerlang menerusi album berjudul “Hati Ini” dengan barisan produser hebat Paul Moss, Azlan Abu Hassan, Kenny Tay dan Izham sendiri.

FUTURE IS 1999!

Tahun 1999 antara tahun cemerlang pasaran muzik tempatan. Semua syarikat rakaman berlumba-lumba menghasilkan muzik yang berkualiti dan berkelas tersendiri.

NSR ditangan Iman Wan menghasilkan duo Pop “Moin” dengan hits malar segar “Kau Yang Ku Sayang” – Jika didengar kembali setelah 20 Tahun beredar, lagu tersebut masih catchy, segar dan tidak ketinggalan.

Sony Music ketika itu gemilang dengan mid-tempo Pop Amy Mastura (Kedua) dan Erra Fazira (Jendela Hati) -dua bintang Pop yang cukup tersendiri konsep muzik mereka. Selain menghasilkan Abot di tahun 1996 dengan dua album – Alternatif Buat Orang Timur (1996) dan Tak Tahu? (1997).

Suria Records (SRC) ketika itu sedang memuncak dengan barisan penyanyi wanita yang rata-ratanya tampil penuh pesona dengan vokal masing-masing. Selain Siti yang paling aktif menghasilkan setidaknya 2 album setiap tahun beberapa nama lain seperti Noraniza Idris (Tinting) dan Liza Hanim (Ku Idamkan Rindu)Anis Suraya diperkenalkan dengan gemersik merdu “Setiap Nafasku Kernamu” dan “Cinta Tersimpul Rapi”.

Pasaran muzik 1999 juga mengembalikan Syafinaz menerusi hits “Ingin Bersamamu” dalam satu rencah Kontemporari R&B dengan suara barunya ketika itu yang totally berbeza dengan apa yang pernah dipersembahkannya di album sebelumnya.

Bakat-bakat baru ketika itu seperti Dayang Nurfaizah (Hakikat Cinta), Shawn Bahrain (Ceria Kembali), Juliana Banos (Mana Satu) mencipta momen tersendiri karier muzik mereka.

Di pasar besar muzik yang lebih berat, Butterfingers menzahirkan sebuah repertoire rock yang datang dengan kualiti rakaman yang cukup membanggakan. Gitar solo yang disambur string menerusi The Chemistry (Between Us) akan sentiasa diingati sebagai sebuah naskhah rock terbaik tempatan.

Sebagai sebuah apresiasi khusus pembikin muzik 2 Dekad lalu, Berikut kami tampilkan senarai Rilis Terbaik di Tahun 1999.

KU MOHON
Penyanyi: Sheila Majid
Komposer: Mac Chew
Lirik: Sheila Majid

Hadir sebagai sebuah Pop kerohanian, Mac Chew dan Sheila menghadirkan sebuah naskhah melodious paling indah dan jujur dalam pasaran muzik tempatan ketika itu. Realisme Sheila dalam penulisan liriknya menjadi lembar puitis dalam lagu yang paling diingati sehingga hari ini.

AKHIRNYA
Penyanyi: Camelia & Innuendo
Komposer: Ahmad Izham Omar, Pot, Kenny Tay
Lirik: Rizal Kamaruzzaman

Komposisi lagu ini tampil dalam kemasan muzik yang cukup original dan tersendiri. Akhirnya lengkap sebagai sebuah naskhah Pop malar segar yang cukup baik penghasilannya dalam sejarah muzik Pop.

HATI KAMA
Komposer: Pak Ngah
Lirik: Khairul Anwar Harun
Penyanyi: Siti Nurhaliza & Noraniza Idris

Pasaran muzik Pop Tradisional bergerak cemerlang di tangan arwah Pak Ngah yang cukup aktif menghasilkan lagu-lagu tradisi dengan cukup dinamik. “Hati Kama” menjadi antara naskhah yang cukup berjaya sepanjang sejarah gemilangnya muzik tradisi. Kolaborasi Siti dan Ani ibarat sebuah kesempurnaan yang meninggalkan kenangan manis pasaran muzik tempatan.

JANGAN LAFAZKAN
Penyanyi: KRU
Komposer: Norman, Yusry, Edry
Lirik: Norman, Yusry, Edry

Grup tiga beradik ini antara yang sering memberi revolusi dalam persembahan Pop mereka. Album “Formula Luar Biasa” dihasilkan dengan sebuah hits malar segar berjudul “Jangan Lafzakan” yang tentunya sudah menjadi anthem ballad gerakan Pop mereka sehingga memutuskan untuk berkubur tahun lalu.

SENYUM
Penyanyi: Raihan
Komposer: Che Amran, Farihin Abd. Fattah, Zarie

Muzik Nasyid yang di kontemporari elemen Pop banyak membantu genre ini diterima meluas pasaran muzik semasa. Dengan melodi catchy, lirik positif dan harmoni Raihan dalam setiap penyampaian mereka menghasilkan hits di album ketiga berjudul “Senyum” yang meneruskan kelangsungan populariti mereka menerusi lagu seperti “Puji-Pujian”, “Iman Mutiara” dan “Syukur” di album sebelum. “Senyum” tampil cukup humanis dengan kelembutan melodi dalam teguran sosial yang menyenangkan.

POSITIF
Penyanyi: Man Bai
Komposer /  Lirik: Pacai, Man Bai

Pop Progresif Man Bai menerusi debut hits “Kau Ilhamku” diteruskan menerusi album keduanya yang berjudul “Positif” – bekerjasama dengan Pacai, lagu berjudul “Positif” dihasilkan dengan cukup ke depan. Elemen lokal diselitkan dalam lagu ini dengan penggunaan instrumen seperti sitar dan lebih menambah menarik lagu ini sample dialog filem P.Ramlee diselitkan sebagi satu elemen hiburan yang memberi hook pada lagu ini.

INGIN BERSAMAMU
Penyanyi: Syafinaz
Komposer: Aubrey Suwito
Lirik: Tesh RS.

Syafinaz hadir penuh pesona dengan feel Soulful Ballad berjudul “Ingin Bersamamu” yang mengalihkan pandangan pasaran muzik ketika itu untuk melihat apa yang ditawarkan Syafinaz versi terbaru ini. Dan ternyata percaturan memilih lagu ini sebagai single perdana kemunculan kembalinya dalam pasaran muzik semasa begitu menjadi sekali. “Ingin Bersamamu” tidak hanya menjadi di Malaysia, fenomenanya mendapat perhatian hingga ke tanah seberang Jakarta. Ahmad Dhani pernah menyatakan lagu ini antara lagu tempatan kegemarannya.

THE CHEMISTRY (BETWEEN US)
Penyanyi: Butterfingers
Komposer / Lirik: Emmet, Loque

Pasaran muzik Indie digerakkan cukup progresif oleh Butterfingers dan O@G ketika itu. Penghasilan album “Transcendence” dua dekad lalu menjadi bukti pasaran muzik tempatan ketika itu cukup beragam dalam rencana memajukan pasaran muzik lokal. Single “The Chemistry” ini menjadi bukti utuh untuk melihat betapa besar dan luasnya pasaran muzik tempatan dua dekad lalu.

EYELASH
Penyanyi: Juliet The Orange
Komposer / Lirik: Lau Pin Lean

Pasaran muzik indie diteruskan Postive Tone dengan duo bergelar Juliet The Orange yang tampil dengan hits “Eyelash” yang mengendong ilhan alternatif Pop yang cukup segar ketika itu. Fakta menarik debut duo ini, album self-titled mereka ini mengungguli kategori Album Inggeris Tempatan Terbaik – Anugerah Indistri Muzik Ke-7 menghampakan Butterfingers (Transcendence), O@G (Melody Mocker) dan  Jason Lo (Days Without Dawn).

HATI INI TELAH DILUKAI
Penyanyi: Krisdayanti
Komposer / Lirik: Ajai, Nasser Abdul Kassim

Hati Ini Telah Dilukai tampil dalam pesona Balada Ajai yang cukup solid membuai rasa. Persembahan cemerlang Krisdayanti memberi justifikasi terbaik menerusi lagu yang diedarkan sebagai album perdana kemunculan Krisdayanti di Malaysia dengan single utama “Menghitung Hari”. Lagu ini turut mendapat pencalonan AIM 7 menerusi kategori Susunan Muzik Terbaik Dalam Lagu bersama calon lain Akhirnya, Ingin Bersamamu, Kisah Seorang Biduan namun tewas pada keindahan lagu “Ku Mohon”.


ARTIKEL BERKAITAN

Menuju Hujungnya 2019, Kenali 5 “Pop Creator” Paling Berpengaruh Tempatan

Highlight, Terkini,

The Future Is “Neeta Manisha”

Program “Big Stage” yang memasuki musim kedua sudah bakal menemukan episod akhirnya minggu ini dengan menyaksikan lima finalis – Neeta Manisha, Han Byul, Dinda Permata, Adzrin dan Irfan Haris yang bakal berebut gelaran juara.

Nama “Neeta Manisha” antara yang paling menarik perhatian dengan keunikan vokal, attitude serta stage presence yang cukup meyakinkan. Untuk dia bergelar juara sudah hampir pasti jika persembahan di pentas final nanti dilakukan dengan lebih meyakinkan.

Kelibatnya bersama band I Am Neeta dengan barisan hits strim tertinggi di Spotify seperti “Sakit” (5 Juta), “Marry Me” (6 Juta) dan “Ilusi” (1 Juta) kiranya sudah cukup untuk dia mengumpul penggemarnya sendiri.

Untuk bergerak solo, Neeta mungkin boleh keluar dari kepompong band Pop dengan memberi pendekatan lebih Pop dan R&B yang mampu menyerlahkan pesona vokalnya. Persembahan Neeta di lagu “Ku Bersuara” cukup membuktikan kemampuannya untuk bergerak lebih besar lagi skala muziknya.

Mendahului markah di pentas separuh akhir dengan duet bersama Hael dan persembahan solo menerusi lagu “Potret” mengukuhkan lagi nama Neeta sebagai calon juara yang akan terus bersinar kelak biar tamatnya program ini sepertimana Sarah Suhairi di musim pertama.

Neeta lengkap sebagai sebuah pakej bergelar Pop Star yang bakal meneruskan legasi Pop tempatan yang lebih berkelas. Persembahan live-nya di pentas persis spirit Dayang Nurfaizah seawal berada di pentas nyanyian satu ketika dahulu.

Dengan pengalaman demi pengalaman yang bakal dikutip Neeta mampu menjadi ikon Pop jika dilancarkan urusan kerjayanya dengan pengurusan karier yang betul. Apa yang dia perlukan sekarang adalah material lagu yang baik bagi meneruskan kelangsungan kariernya kerana kemampuannya menyanyikan lagu dengan caranya tersendiri itu sudah menjadi satu bonus buat Neeta.

#PerspektifMuzik, Highlight, Terkini,

Menuju Hujungnya 2019, Kenali 5 “Pop Creator” Paling Berpengaruh Tempatan

2019 Menyaksikan satu gerakan secara menyeluruh generasi baru produser muzik lokal yang rata-ratanya hadir dalam ilham Pop yang cukup membanggakan dengan signatur muzik mereka yang tersendiri.

Pop segar seperti “Bila Entah” (Aisyah Aziz), “Flashes” (Bil Musa & MFMF.), “Donde” (Andi Bernadee), “Sumpah” (Naim Daniel) “Diamonds” (Kaka Azraff), “Sebentar” (Dayang Nurfaizah) dan soulful Ballad “I Want You To Love Me” (Alif Satar) antara yang memberi warna dalam pasaran muzik Pop yang lebih beragam sifatnya.

Berikut senarai 5 Pop Creator Tempatan paling berpengaruh tahun ini dalam menghasilkan naskhah muzik Pop yang membanggakan dalam rencana meninggikan standard muzik tempatan.

MFMF.

Pasaran muzik EDM yang cukup dominan di pasaran antarabangsa dibesarkan sifatnya buat pasaran lokal oleh tiga bakat muda yang menggelar diri mereka MFMF. Sepanjang tahun ini saja, MFMF. sudah menerbitkan sepuluh lagu yang cukup moden dan terkini. Bermula dengan single Pop Hani & Zue menerusi lagu “Aku & Laguku” sehingga lagu paling tinggi jumlah strim “Flashes” bersama Bil Musa, MFMF. tentu saja sudah cukup buat muzik tempatan bergerak cemerlang.

ALIF

Pasaran muzik Hip-Hop digerakkan terus oleh Alif setelah Joe Flizzow dan Altimet. Alif berjaya mencipta satu kosmik Pop lokal dengan begitu current sekali sifatnya. Daripada ilham reggaeton “Donde” sehingga groove “Diamonds” Kaka dan lagu paling menjadi tahun ini – “Mimpi” K-Clique dan “Berserah” Kolaborasi Zizan bersama Ismail Izzani, Alif saya kira cukup genius dalam rencana membentuk standard berbeza muzik Pop semasa tempatan.

 

THE FAITHMEN

Faizal Tahir bersama Mike Chan, Mage & Romeo menghasilkan sebuah formasi kolaboratif dalam mengembangkan ilham Pop dalam acuan muzik mereka yang tersendiri. Bergerak aktif sejak 3-4 tahun kebelakangan, kolaborasi yang bergerak di bawah syarikat rakaman Faithful Music ini sudah menghasilkan hits buat Siti Nurhaliza, Aziz Harun, Nastia, Hanna Delisha, Dayang Nurfaizah, Zamani dan Faizal Tahir sendiri yang tampil dengan album terakhirnya “Rojak”.

FAROUK ROMAN & AMYLEA

Teras Balada tahun ini ternyata dimonopoli duo ini. Farouk bijak dalam memberi sentuhan yang lebih “emas” agar balada yang dihasilkan tidak kedengaran terlalu biasa. Dengan produksi muzik yang cukup berkelas, terperinci dan besar sifatnya, lagu-lagu Farouk Roman bersama Amylea ini dibantu vokal hebat pelantun-pelantunnya seperti Shila Amzah (Tiada Dirimu), Picisan (Adzrin Big Stage) dan Amylea sendiri menerusi lagu “Bukan Cinta”.

HAEL HUSAINI & EZRA KONG

Sejak penghasilan “Jampi” sehingga duet hebat “Haram” kolaborasi Hael & Ezra terus menghasilkan Pop yang berbeza feel nya untuk pasaran tempatan. Tidak meminggirkan elemen “Melayu” dalam lagu ciptaan mereka maka terhasil “Anta Permana” tahun lalu dan “Bila Entah” yang diterbitkan tahun ini dengan cukup berkelas sekali. Tidak salah saya sifatkan lagu yang dilantun sensual Aisyah Aziz ini sebagai naskhah terbaik kolaborasi duo ini.


ARTIKEL BERKAITAN

Rilis Terbaik Julai – Ogos 2019