
Album: Berhati
Artis: Sal Priadi
Produser: Mahatamtama Ary Adinegara, Kara Putri Mindyani, Ibnu Dian, Alvin Witarsa & Lafa Pratomo.
Label: Orang Pertunjukan / Kijn
Sal Priadi membuka “Berhati” dengan amarah juga cemburu dalam keras puisi “Nyala” yang disampaikan dengan penuh emosi sekali. Bunyi nyalaan api dari awal lagu sehingga muzik melatari lagu ini memberi remang rasa yang begitu luar biasa sekali.
Bait tulisan Sal Priadi begitu puitis “Mari kita rayakan cemburu yang sedang ganas-ganasnya menyerang tepat di ulu hatimu…” Dan bait-bait puitis ini diteruskan lagi dengan “Aku ingin jadi jantungmu dan berhenti semauku. Agar kau tahu rasanya hampir mati ditikam patah hati.”
Untuk pembuka sebuah debut album saya kira Sal Priadi sudah membikin sebuah nuansa yang cukup berat sekali perasaannya sebelum meredakan rasa yang ada dalam irama Cha-Cha di lagu kedua berjudul “1-2-CHA-CHA” yang cukup menyenangkan.

Saya kira ini trak paling genius sepanjang mengenali muzik Sal Priadi yang berawal kariernya dengan lagu “Kultusan”. Cara Sal Priadi memanipulasi lenggok cha-cha dalam feel jazz dan bossanova begitu hebat sekali lagi.
Entah berapa kali saya mengulang dengar lagu ini melayan enaknya rasa sebuah muzik itu sebelum beralih ke lagu seterusnya “Malam, Malam Ubud” dan “Di Timur” yang kembali mellow dalam kesederhanaan penyampaian Sal Priadi yang penuh rasa.
Penulisan Sal Priadi begitu baik sekali penceritaan dan pemilihan kata-kata yang cukup cantik sekali susunan bahasanya di setiap lagu.
“Melebur Semesta” menjadi antara single awal Sal Priadi yang cukup saya gemarkan sekali. Kemasan muziknya begitu baik, penghasilan melodi yang cukup sentimental membuat saya sebagai pendengar melayang rasa dalam kejelasan penceritaan menerusi suara Sal Priadi yang begitu beremosi sekali terutama di bait “Di luar hujan turun dengan deras…”
Album “Berhati” turut diisi beberapa lagu lain yang sudah lebih beredar awal dalam usahanya memikat pendengar nusantara. Selain “Melebur Semesta” ada lagu lain seperti “Kultusan”, “Ikat Aku Di Tulang Belikatmu” dan “Amin Paling Serius” bersama Nadin Amizah.
“Dalam Diam” hadir dalam ilham Synth Pop yang tidak kurang lebih mengingatkan saya pada muzik Maliq & d’Essentials tapi dalam versi Sal yang juga ada groove, ada rasa yang menyenangkan. Ini juga antara lagu terbaik di album ini.
“Jelita” menyempurnakan album ini sekali lagi dengan puitis penulisan Sal Priadi yang senang untuk berkisah dalam lagu-lagunya sebelum ditutup dengan instrumental “Nyalak” yang bagi saya menyantum satu rasa sebagai wakil 10 lagu yang ada di album ini.
Sal Priadi is definitely a music genius Indonesia yang saya kira sudah mampu membuat warganya begitu berbangga dengannya. Penghasilan “Berhati” cukup detail di setiap sudut bunyinya, kemasan muzik, penghasilan melodi dan pasti sahaja penulisan puisi-puisi indah Sal yang dijadikan lirik yang akan diingati bait-bait indahnya.
9/10
ARTIKEL BERKAITAN