
Anugerah Musik Indonesia berjalan baik dalam kekangan pandemik Covid-19 yang sudah menjadi dilema kebanyakan pemuzik untuk berkarya secara live dan fizikal. Atas segala keterbatasan itu sebetulnya membuka ruang untuk kita semua berkreatif dengan cara baru, keluar dari kotak kebiasaan.
Namun karya bagus itu pastinya tidak akan terhalang oleh apa pun yang merintanginya. Lantas Anugerah Musik Indonesia tetap berlangsung sebagai nadi sokongan pemuzik-pemuzik Indonesia terus berkarya terus dihargai dan diangkat darjatnya.
Namun dalam kejayaan acara tahunan itu diadakan pasti akan ada hal-hal yang terisi dengan persoalan mengapa itu dan tidak ini pada setiap senarai pemenangnya. Noah sebagai kugiran Pop yang cukup berpengaruh di Indonesia semakin utuh di pentas AMI dengan membawa pulang trofi Album Terbaik Terbaik menerusi rilis “Keterkaitan Keterikatan” yang sebetulnya terhasil dengan formula serupa dan berulang.

Album tersebut meminggirkan revolusi segar Isyana Sarasvati menerusi “Lexicon” dan Hindia “Menari Dengan Bayangan” serta puiti seni muzik Nadin Amizah menerusi “Selamat Ulang Tahun” yang jelas terhasil lebih besar sifat muziknya dan tentu saja datang dengan kualiti rakaman yang cukup hebat hasilnya.
Saya tidak pasti apa yang terlalu luar biasanya album “Keterkaitan Keterikatan” itu sehingga menarik minat panel jui AMI mengangkat album tersebeut sebagai album terbaik. Kerana jelas Isyana, Hindia dan Nadin lebih solid penghasilan albumnya. Oh ya di mana ya album Monita Tahela (Di Balik Jendela), Sal Priadi (Berhati) dan Pamungkas (Solipsism) dalam senarai calon?
Persoalan serupa berhubung pemenang Karya Produksi Terbaik yang dirangkul Lathi persembahan Weird Genius bersama Sara Fajira yang menurut saya terlalu mediocre penghasilannya. Hanya bergerak sebagai sebuah fenomena Pop tetapi untuk diangkat sebagai Produksi Terbaik saya kira sangat masih jauh jalannya ke arah itu. Pencalonannya sahaja sudah buat saya berkata “Seriously..??”
Andmesh menerusi album Cinta Luar Biasa sebuah lagi album mediocre yang diangkat panelis juri AMI Awards sebagai Album Pop Terbaik yang menewaskan beberapa album tastefully produced seperti Selama Ulang Tahun (Nadin Amizah) dan Marion (Marion Jola).

Indonesia sepanjang tahun lalu dan tahun ini sudah menghasilkan banyak album-album yang cukup hebat kualitinya – Mikha Angelo menerusi single “Shot” tidak terisi di senarai pencalonan yang saya kira selayaknya berada di lima teratas kategori Artis Solo Pria Pop dan Pencipta Lagu Pop.
Begitu juga dengan naskhah “Si Lemah” kolaborasi Hindia bersama RAN yang diproduksi cukup kemas oleh LaleIlmanNino yang sewajarnya diangkat sebagai Karya Produksi Terbaik.
Namun perdebatan mengapa dan kenapa sesetangah lag uitu tidak terisi di ruang pencalonan atau dijulang sebagai pemenang tetap bergantung pada visi panelis juri AMI Awards. Tahun ini mungkin visinya mengangkat naskhah yang diterima ramai membuatkan Lathi diangkat sebagai record of the year. Berikut senarai pemenang tahun ini dan semoga bernafas terus muzik Indonesia.

BIDANG UMUM
Pendatang Baru Terbaik: Tiara Andini – Gemintang Hatiku
Album Terbaik Terbaik: Keterkaitan Keterikatan – Noah (Musica Studios)
Karya Produksi Terbaik Terbaik: Lathi – Weird Genius, Sara Fajira (Weird Genius, Astralwerks)
BIDANG POP
Artis Solo Wanita Pop Terbaik: Raisa – Teristimewa
Artis Solo Pria Pop Terbaik: Andmesh – Nyaman
Duo/ Grup Pop Terbaik: Noah – Kala Cinta Menggoda
Pencipta Lagu Pop Terbaik: Yovie Widianto – Maafkan Aku #Terlanjurmencinta
Penata Musik Pop Terbaik: Andi Rianto – Selesai
Album Pop Terbaik: Cinta Luar Biasa – Andmesh (Hits Records)
BIDANG SOUL/ R&B
Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B Terbaik: Rinni Wulandari – Born Ready
Duo/ Group/ Kolaborasi Soul/R&B Terbaik: Marion Jola, Tuan Tigabelas – Favorite Sin
BIDANG JAZZ
Artis Jazz Instrumentalia Terbaik: Barry Likumahuwa – Trust And Faith Artis Jazz
Kontemporer Terbaik: Ardhito Pramono – Fine Today (OST. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) Album Jazz Terbaik: Janapati – Dewa Budjana, Tohpati (POS Records)
BIDANG ROCK
Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock Terbaik: Once Mekel – Musisi Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik: Kotak – Hoax
Album Rock Terbaik: Air – Endank Soekamti
BIDANG ALTERNATIF
Artis solo pria/wanita alternatif terbaik: Hindia – Rumah ke Rumah
Duo/grup/kolaborasi alternatif terbaik: Efek Rumah Kaca – Tiba Tiba Batu
BIDANG KERONCONG
Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Keroncong/ Stambul/Langgam/Asli Terbaik: Irene Mus Mulyadi, Mus Mulyadi – Dinda Bestari
Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Keroncong/ Stambul/Langgam/ Ekstra/ Kontemporer Terbaik: Sruti Respati – Hujan Pagi
BIDANG KARYA PRODUKSI
Karya produksi metal terbaik: Revenge The Fate – Katarsis
Karya produksi progressive terbaik: Isyana Sarasvati – Sikap Duniawi
Karya produksi rap/hiphop terbaik: Tuan Tigabelas – Move
Karya produksi reggae/ska/rocksteady terbaik: Steven & Coconuttreez – Fallin
Karya produksi kolaborasi terbaik: Marion Jola, Laleilmanino – Rayu
Karya produksi original soundtrack terbaik: Iwa K, Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla & Cast – Bebas (OST. Bebas)
Karya produksi grup vokal terbaik: Trisouls – Cinta Keadaan Karya produksi lagu berbahasa daerah terbaik: Ivan Nestorman – Mata Leso Ge
Karya produksi instrumentalia terbaik: Erwin Gutawa – Kala Sang Surya Tenggelam
Karya produksi world music terbaik: Keubitbit – Saban Sabee
Karya produksi re-aransemen terbaik: Noah – Nazril Irham, Loekman Hakim, David Kurnia Albert (Kala Cinta Menggoda)
Karya produksi folk/country/balada terbaik: Nadin Amizah – Bertaut
Karya produksi lagu berlirik spiritual Islami terbaik: Ungu – Jalan Panjangku
Karya produksi lagu berlirik spiritual nasrani terbaik: Citra Scholastika – SertaMu