
Album: Logic Mess
Artis: Arash Buana
Produser: Arash Buana / Casey Leiwakabessy / Petra Sihombing / Recky Risanto / Farrel Cahyono / Ishaq Haris Yogaswara / Will Mara
Memasuki bidang seni suara pada usia cukup muda, Arash Buana antara bakat cilik yang pernah mencuri perhatian pendengar dengan rangkaian hitsnya. Tidak mahu berhenti dia menginjak keremajaan dengan satu transisi berbeza seorang anak muda yang semakin jelas dengan kemampuan bermuziknya.
Maka terlahir sebuah lagu yang cukup booming di fasa lockdown “If You Could See Me Crying In My Room” bersama Raissa Anggiani yang sehingga hari ini sudah distrim lebih 86 Juta di Spotify dan lebih 17 Juta tontonan di YouTube.
Sejak itu bakatnya sudah mula disedari dan didekati. Arash Buana menginjak usia matangnya bukan sahaja sebagai seorang remaja tetapi sebagai seorang pemuzik. Pengaruh pop, lo-fi dan akustik dalam hits seperti “Say You’re Done With Me” dan “Stars” dan lainnya meletakkan Arash sebagai seorang pemuzik muda yang semakin mendapat perhatian.
“Logic Mess” menjadi pertaruhan perdananya dalam penghasilan album penuh. Terhasil 11 lagu keseluruhannya dalam persembahan menawan lembut melodi yang terhasil dengan lirik-lirik galau dibaluti kemas persembahan vokalnya yang cukup menyenangkan.
Dibuka dengan “Over The Moon” yang dicipta sepenuhnya Arash Buana membawa cerita cinta bertepuk sebelah tangan “I’m in love with you // I’m pretty sure you already knew.” sebelum menjadi lebih rumit dengan perasaannya, Arash menulis “I’m in love with you // I’m pretty sure you already knew”.
Arash menjadi lebih galau di lagu kedua di album ini “Goodbye (But I Love You)”. Penghasilan melodinya semakin menyenangkan dan tidak sukar untuk kita sebagai pendengar menikmatinya. Begitu juga penghasilan beberapa lagu lain seperti “Fiona”, “Overthinking” dan “The Bad Guy” yang saya sifatkan sebagai a good catch di album ini.
“I’ve Always Love You” antara yang paling memikat pendengaran saya. Lagu ini terhasil cukup sayu dalam penulisan lirik galau “Let’s make a hearbreak song” sebelum menjadi lebih larut dalam barisan bait liriknya yang membuat saya bersandar tenang melayani perasaan. “I can’t decide // On whether I should stay or go back home // I’m through with this // I’m convinced that I deserve to be alone”.
“Logic Mess” sebuah album yang berjalan sebagai sebuah cerita yang bermain di ruang fikir dan rasa Arash – his state of mind – tentang cinta, kehidupan dan perasaan. Mendengarkan album ini secara terus memberi rasa yang cukup menenangkan.
Penghasilan melodinya dengan barisan lirik yang baik disatukan sempurna dengan persembahan vokalnya yang cukup baik. “logic Mess” antara album kegemaran saya tahun ini di legasi muzik Indonesia.
9/10
ARTIKEL BERKAITAN