
Lagu: Rumah
Artis: Dere
Lagu / Lirik: Tulus / Dere / Topan Abimanyu
Produser: Petra Sihombing
Dere pemuzik muda yang dewasa menurut saya. Kesungguhannya berkarya dalam masa yang sama bergerak sebagai pemuzik yang memiliki tanggungjawab sosial dalam menyampaikan cerita itu sesuatu yang tidak banyak ada pada bakat seusianya yang rata-ratanya hanya masih mahu bercerita tentang cinta.
Ketika awal dia menjengah pasaran muzik dengan single “Kota” dan “Tanya” di tahun 2020, Dere sudah membuat ramai jatuh cinta dengan kelembutan suaranya yang dialun dalam penghasilan melodi yang menyenangkan.
Maka bersama label Tiga Dua Satu milik Tulus, Dere bergerak lagi dengan lagu “Berisik” tahun lalu. Alunan Folk dalam single yang telah rilis sangat ketara meletakkan Dere antara one to watch sejak itu. Namanya semakin disenangi dan dinantikan penghasilan lagu-lagu barunya.

Terkini sekali lagi bersama Tulus dan Topan Abimanyu, Dere menghasilkan sebuah lagu berjudul “Rumah” yang bari dirilis. Mengangkat kerisauannya akan bumi yang semakin tua, “Rumah” sebuah representasi dan perlambangan tentang fenomena alam yang semakin tersia oleh kerja tangan manusia yang materialis.
Lagu ini sangat mengingatkan saya pada karya-karya Zainal Abidin menerusi “Hijau” , “Paus” dan “Pantun” yang dihasilkan dengan cerita alam, bumi dan budaya. Melodi “Rumah” mendamaikan, tenang dalam penghayatan dan penceritaan Dere.
Tersedia sebagai sebuah naskhah yang cukup kemas menurut saya, “Rumah” ternyata refleksi dunia hari ini yang cukup nyata. Liriknya sangat baik sekali. Bait-bait seperti “Mana yang lebih panjang, Umurku atau umur bumiku bernaung? terhasil sebagai bahan fikir yang cukup dalam.
Sebelum disambung lagi dengan baris “Mana yang lebih besar, Egoku atau ketidaktahuan yang terpasung?” dan “Bumi-bumi Rumah kita, Rumah satu-satunya.”
9/10
ARTIKEL BERKAITAN