
Album: Mengudara
Artis: IDGITAF
Produser: Michael Rodovo / Ricco / Ibnu Dian / Wisnu Ikhsantama / Rama Harto Wiguna / Luthfi Adianto / Raka Bagaskara
Brigita Meliala atau sinonim dengan nama pentas IDGITAF mencuri perhatian dengan single “Terpikat Senyummu” yang beredar di tahun 2021. Sejak itu dia konsisten tidak hanya dengan penghasilan single baru malah cukup aktif dalam penerbitan album penuh.
Meneruskan kelangsungan bermuziknya yang dibaluti ilham Folk, Pop dalam bait-bait puitis lirik yang rata-ratanya bercerita tentang kepayahan dan kebebasan hidup – sebuah emansipasi dalam lagu menerusi cerita yang cukup dekat dengan jiwa-jiwa rapuh hari ini.
Setelah EP “Semoga Sembuh” tahun lalu, IDGITAF tidak mengambil masa yang lama untuk melengkapkan sebuah album untuk penggemarnya. Ilham yang sedang laju saya kira mengalir dalam ruang ideanya ditafsir sebaiknya dalam lagu-lagu yang dihasilkan.
Menyenangkan mungkin itu perkataan terbaik menggambarkan keseluruhan album ini. Melodi yang dihasilkan tidak kompleks dan terus merasuk. “Mulai” membuka album ini dengan dengan bait “Silahkan masuk // Harimu buruk // Jangan merajuk // Aku nyanyikan kau tinggal duduk.” Dengan barisan lirik pembuka itu sahaja IDGITAF sudah membuat kita senang tersenyum dengan persembahannya.
Hal ini diteruskan dengan baik menerusi lagu “Satu-Satu” yang beredar awal sebagai single perdana album ini. “Aku sudah tak benci // Walau nyatanya merugi // Terdengar tidaknya kata maaf // Dada lapang terima semua.” IDGITAF benar-benar membebaskan ruang lapang dalam sebuah cerita melepaskan dan memaafkan. Terlalu banyak hal yang baik di lagu ini terutama liriknya jika diamati sebaiknya.
“Dermaga” membuat saya semakin menyenangi penulisan IDGITAF. Susunan katanya terlalu flawless dalam penceritaan yang cukup sempurna sifatnya. “Kuterima kapal baru // Berharap akan jadi sesuatu // Tapi ternyata dia pergi // Lalu ku sendiri lagi.”
IDGITAF mempersembahkan ideanya dalam lagu-lagu yang dihasilkan dengan cukup personal namun relatable bagi kebanyakan orang. Kisah yang ditulis tentang jiwa-jiwa kecil yang tidak didengar disatukan dalam persembahan muzik yang besar jiwanya.
ARTIKEL BERKAITAN