#PerspektifMuzik, Terkini,

dominasi hindia, raisa di ami awards ke-28

Anugerah Musik Indonesia baru-baru ini mengumumkan senarai lengkap pencalonan. Tahun ini menyaksikan sebanyak 64 kategori dipertandingkan termasuk satu kategori baru iaitu penaataan vokal.


PRODUSER RAKAMAN TERBAIK
Iga Massardi – everything u are (Hindia)
Jemsii – Garam & Madu (Sakit Dadaku) (Tenxi, Jemsii, Naykilla)
Laleilmanino – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO) (Prince Poetiray, Quin Salman)
Nesia Medyanti, Ratna Nindya Wardhani – Donny (NonaRia)
S/EEK – Berharap Pada Timur (Salma Salsabil)

GRAFIS DESAIN ALBUM TERBAIK
Ipeh Nur, Enka Komariah, Aji Styawan – Hujan Orang Mati (Majelis Lidah Berduri)
J. Alfredo – Persembahan Untuk Masa Depan (Romantic Echoes)
Kendra Ahimsa – Intonesia (Diskoria)
Kubo/Galdive – Blue (Galdive)
Nady Azhry – Tumbuh dan Menjadi (Banda Neira)
Spell Method – Commit Death (Enola)

TIM PRODUKSI SUARA TERBAIK
Jemsii – Garam & Madu (Sakit Dadaku) (Tenxi, Jemsii, Naykilla)
Kevin Queency, Dimas Pradipta – semua lagu cinta terdengar sama (Hindia)
Osvaldo Rio Nugroho Aritonang – LOVE ME LIKE YOU (Rahmania Astrini)
Osvaldo Rio Nugroho Aritonang , Tanisha Tishawiana Sadewo – Teach Me How To Love (Galdive)
Stevano, Dimas Pradipta – Abadi (Ziva Magnolya)

VIDEO MUSIK TERBAIK
Aco Tenriyagelli – Si Paling Mahir (Raisa)
Dwi Agung Pambudi, Dhiwangkara Seta – Arteri (.Feast)
Febrian A. Hasibuan – Tumbal Proyek (Sukatani)
Gilbert March – Frenemy (Isyana Sarasvati, VIDI)
Senry Alvin – Not Today (Reality Club)
Yogi Kusuma – everything u are (Hindia)

ARANSEMEN VOKAL TERBAIK
Barsena Bestandhi – Berharap Pada Timur (Salma Salsabil)
Belanegara Abe – Di Balik Pertanda (Kaleb J)
Dian HP, Gabriel Harvianto – MAR Medley Acapella – Melati Di Tapal Batas, Sepasang Mata Bola, Saputangan Dari Bandung Selatan, Selendang Sutra (Gabriel Harvianto, Galabby, Nisa Haryanti, MAR Ensemble)
Kamga – everything u are (Hindia)
Natasya Elvira – Sembilan (Societeit de Harmonie, Natasya Elvira)
RINNI, Teza Sumendra, Annisya – I GOT IT (RINNI)

Bidang Umum
PENDATANG BARU TERBAIK TERBAIK
Fajar Noor – Tahta Hatiku #Pendampingmu
Faris Adam – Stecu Stecu
Prince Poetiray – Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO)
Vanessa Zee – Engga Ngerti
Wijaya 80 – Terakhir Kali
Zainul Basyar – Gejala Asmara

ALBUM TERBAIK TERBAIK
Berharap Pada Timur – Salma Salsabil (Universal Music Indonesia)
Dengarkanlah Radio – NonaRia (BTL Records)
Doves, ’25 on Blank Canvas – Hindia (Sun Eater)
Membangun & Menghancurkan – .Feast (Sun Eater)
Rahasia Pertama – Rony Parulian (Universal Music Indonesia)

KARYA PRODUKSI TERBAIK TERBAIK
Berharap Pada Timur – Salma Salsabil
everything u are – Hindia
Garam & Madu (Sakit Dadaku) – Tenxi, Jemsii, Naykilla
Selalu Ada Di Nadimu (Ost. JUMBO) – Prince Poetiray, Quin Salman
Terakhir Kali – Wijaya 80
Terserah – Raisa

KARYA PRODUKSI RE-ARANSEMEN TERBAIK
Andi Rianto – Mencintaimu (Ost. 2nd Miracle in Cell No.7) (Mahalini)
Andre Dinuth – Nada Nada Cinta (Rossa, Ariel NOAH)
David Albert, Lukman Hakim – Elegi Esok Pagi (Ebiet G. Ade, Segara, Adera)
Irwan Simanjuntak – Selalu Untuk Selamanya (Hanin Dhiya, Stevan Pasaribu)
Yovie Widianto, Adrian Kitut – Terlalu Cinta (Yovie Widianto, Lyodra)

Raisa mendominasi kategori Pop

Bidang Pop

ARTIS SOLO WANITA POP TERBAIK
Mahalini – Mencintaimu (Ost. 2nd Miracle in Cell No.7)
Meiska – Keras Kepala
Raisa – Terserah
Salma Salsabil – Berharap Pada Timur
Shabrina Leanor – Pendampingmu #TahtaHatiku
Yura Yunita – Tanda

ARTIS SOLO PRIA POP TERBAIK
Barsena Bestandhi – Ruang Baru (Ost. My Annoying Brother)
Nadhif Basalamah – bergema sampai selamanya
Nyoman Paul – Tunggu Apa Lagi
Rizky Febian – Malam Rawan
Rony Parulian – Pesona Sederhana

DUO/GRUP POP TERBAIK
Batas Senja – Kita Usahakan Lagi
Juicy Luicy – Malapetaka
MALIQ & D’Essentials – Kumpul Bocah (Ost. JUMBO)
RAN – Rahasia #2
The Lantis – Bunga Maaf
Wijaya 80 – Terakhir Kali

PENCIPTA LAGU POP TERBAIK
Bernadya, Iqbal Siregar, Adrian Khalif, Rendy Pandugo – Asumsi (Adrian Khalif, Bernadya)
Hezky Joe – Terakhir Kali (Wijaya 80)
Nyoman Paul, Rahman Sadli Waraiya, S/EEK – Tunggu Apa Lagi (Nyoman Paul)
Raisa Andriana, Lafa Pratomo – Terserah (Raisa)
Salma Salsabil, Clara Riva – Berharap Pada Timur (Salma Salsabil)
Siprianus Bhuka – TABOLA BALE (Silet Open Up, Jacson Seran, Juan Reza, Diva Aurel)

PENATA MUSIK POP TERBAIK
Andi Rianto – Kau Selalu Dihati (Andi Rianto, Lyodra, Rony Parulian)
Ari Renaldi, Yovie Widianto – Bunga Jiwaku (Yovie & Nuno)
Erikson Jayanto – Terakhir Kali (Wijaya 80)
Rendy Pandugo – Asumsi (Adrian Khalif, Bernadya)
S/EEK – Berharap Pada Timur (Salma Salsabil)

ALBUM POP TERBAIK
amBivert – Raisa (Juni Records)
Berharap Pada Timur – Salma Salsabil (Universal Music Indonesia)
HARAP-HARAP EMAS – Adrian Khalif (E-Motion Entertainment)
LUAP – Nyoman Paul (Universal Music Indonesia)
Rahasia Pertama – Rony Parulian (Universal Music Indonesia)

Bidang Soul/R&B

ARTIS SOLO SOUL/R&B TERBAIK
Adrian Khalif – Maling
Jordan Susanto – Will I Ever Love Again?
Kaleb J – Di Balik Pertanda
Karina Christy – Ontime
Rahmania Astrini – LOVE ME LIKE YOU
Ziva Magnolya – Abadi

DUO/GRUP/KOLABORASI SOUL/R&B TERBAIK
Christo Edgar, Laze – Kembali
GAC (Gamaliél Audrey Cantika) – Higher
Salon RnB, Moneva, RL KLAV, Karina Christy, Madukina, Sade Susanto, Noni – Do What We Do
TADI, Rahmania Astrini – Pesona
Ziva Magnolya, Kaleb J – Against All The Odds

ARTIS SOLO SOUL/R&B ALTERNATIF TERBAIK
Assia Keva – Looking For Love In Wrong Places
Bloodlyne – Don’t Say I Never Loved You (DSINLY)
Cécil Yang – Is It Love?
Christo Edgar – Berlalu
Tarrarin – Wanita

DUO/GRUP/KOLABORASI SOUL/R&B ALTERNATIF TERBAIK
Dreane – Keluh
Galdive – Teach Me How To Love
Matter Mos, Teddy Adhitya – Sujud
Monica Karina, Teza Sumendra – Gentle Agreement
Noni, Rai Anvio – RECKLESS

Bidang Rock

ARTIS SOLO/GRUP/KOLABORASI ROCK TERBAIK
.Feast – Tarot
For Revenge – Penyangkalan
Last Child , Sansan – Dendam
Methosa – Bangun Orang Waras
Voice of Baceprot – Mighty Island

ALBUM ROCK TERBAIK
Black Horse I – Black Horses (FireFly Records)
Joged – Slank (Slank Records)
KOMA – Kelompok Penerbang Roket (Berita Angkasa Records)
Membangun & Menghancurkan – .Feast (Sun Eater)
TRANSISI – Voice of Baceprot (Dark Anthem Records)

Bidang Jazz

ARTIS JAZZ TERBAIK
Arumtala – Gagal Diet
Dua Empat – My Funny Guy
Indra Lesmana – A Time For Everything
NonaRia – Donny
Societeit de Harmonie, Natasya Elvira, Jamie Aditya – Kosong

ARTIS JAZZ ALTERNATIF TERBAIK
Arini Kumara, Nesia Ardi – Jelang Malam (Ost. Sorop)
Barry Likumahuwa, Andre Dinuth, Echa Soemantri – Classroom Assessment
eleventwelfth, Littlefingers – ka/la (Littlefingers ver.)
Littlefingers – Four Flights to Fibs
Mikail Al Rabbdia, Gerald Situmorang – Dalam Perjalanan

ALBUM JAZZ / JAZZ ALTERNATIF TERBAIK
CINEMA. Extended – Natasya Elvira (Kuatimane Records)
Dengarkanlah Radio – NonaRia (BTL Records)
Dua Empat – Dua Empat (Dua Empat)
Made to Believe – LOVE IS, Jason Mountario, Sri Hanuraga, Kelvin Andreas, Rainer James (Jason Mountario)
Snakes & Ladders – Littlefingers (Sunny Music Distribution)
Sydney Reunion – Indra Lesmana (InLine Music)

Bidang Alternatif

ARTIS SOLO ALTERNATIF TERBAIK
Feby Putri – Semoga Ada Waktu Luang
Hindia – everything u are
Oslo Ibrahim – F*** You
Pamungkas – Riddle of The Night
Shakira Jasmine – Selalu Kalah

DUO/GRUP/KOLABORASI ALTERNATIF TERBAIK
Ali – Blue Lotus
Dipha Barus, Kunto Aji, The Adams – Rima Raga
Efek Rumah Kaca – Tiada Tuhan Selain Pemilik Kapital
Nidji – Mutant Love
Reality Club – Quick! Love!
The Panturas, Doel Sumbang – Jimat

ALBUM ALTERNATIF TERBAIK
Doves, ’25 on Blank Canvas – Hindia (Sun Eater)
Galura Tropikalia – The Panturas (Los Panturas Ent.)
Hitam Putih – Feby Putri (Tumbuh)
Patterns – Ali (Ali)
Telisik (lagi) – Danilla (Laguland)

Highlight, Review, Terkini,

rossa melewati usia karier yang semakin muda lewat ep “asmara dansa”

EP: Asmara Dansa
Persembahan: Rossa
Produser: Dipha Barus

Tidak pernah betah dan selesa dengan karya-karya sedia ada, meneruskan sebuah kelangsungan bermuzik dengan idea dan pemikiran yang sentiasa baru untuk penggemarnya. Itu Rossa yang saya kenal sejak dia muncul di persada muzik tempatan dengan “Tegar”.

Perjalanannya tidak pernah perlahan, malah akan ada sahaja hal-hal baru yang mahu dikongsikan. Jika tidak perlu hadir dengan album penuh pasti akan ada single baru atau rakaman ulang lagu terdahulu yang menjadi pertaruhan untuk terus kekal relevan.

Bulan lalu “Bertengkar Manis” membawa kemenangan buatnya saat dinobat sebagai Lagu Bahasa Melayu Terbaik Artis Luar Negara di acara Anugerah Industri Muzik yang menjadi satu lagi penanda aras buatnya utuh sebagai penyanyi luar yang kuat di Malaysia.

Terkini, beriring empat lagu yang diramu semula, Rossa menzahirkan EP “Asmara Dansa” bersama produser muzik Dipha Barus. DIbuka dengan “Serasa x Juwita” yang menggabungkan dua lagu sebagai satu naskhah baru dan segar.

Ilham Disko, City Pop dan Synth menjadi penggerak lagu ini sekaligus membentuk keseluruhan EP. Apa yang cukup menarik, biar pada usia bermuzik lebih dua dekad, suara Rossa sentiasa muda dan menyenangkan. Tiada hal yang janggal dalam menikmati Rossa yang baru ini.

Hal ini jelas dalam persembahan sederhananya menawan melodi malar segar yang sudah memiliki hayat panjang sebagai lagu malar segar. Rossa tidak berlebihan dalam penyampaian dan dia tahu mengikut rentak sepatutnya agar dia kedengaran cukup untuk memberi justifikasi pada kemasan muzik yang baru.

“Sinaran” menjadi focus track album ini dengan penampilan MK sebagai rapper undangan. Klasik dan tidak diusik untuk mengubah tetapi ditinggikan standard muziknya. Lagu ini kedengaran baru, segar dan timeless di tangan Rossa.

“Asmara Dansa” bergerak sebagai satu projek istimewa untuk peminatnya dan saya percaya ini juga satu usaha untuk Rossa menjerat penggemar yang baru. Ilham ini saya sudah perhatikan ketika dia merakam lagu “Kau” bersama Boy William di album “Another Journey”. Ia mengena dengan attitude yang ada pada Rossa.

8/10


ARTIKEL BERKAITAN

#PerspektifMuzik, Highlight,

Critique is easy, making music is hard – So this time, we ‘create’ music, you critique!

Muzik semakin pantas. Tanpa perlu lagi mengerah daya dan keringat, di hujung jari tercipta sebuah melodi. Lirik ditulis, berlandas emosi, rasa dan sudut pandang – prompt dihasilkan. Tapi adakah semua itu cukup untuk membuatkan kita senang untuk terus bergelar ‘komposer muzik’? TIDAK.

This is just a game, maybe a guide. Dan seperti permainan digital lainnya, aplikasi AI mendominasi dunia nyata hari ini. Mahu tidak mahu memperakuinya – itu terserah peribadi. Namun atas sebuah kenyataan AI adalah masa depan. Bagaimana kita mahu mencorakkan itu peranan yag harus dimainkan “CREATIVE CONTROL” yang sebetulnya sudah lama tiada di Malaysia.

AI adalah panduan, bukan finishing product yang boleh kita label sebagai karya lengkap. Bayangkan demo hari ini lebih mudah, kerja kreatif akan mengambil masa lebih singkat jalannya. Dengan kebijaksanaan mengolah prompt dan listrik lirik dengan bahasa yang disusun kemas, puitis – Muzik Kita meneroka dunia digital dengan JANAAN MUZIK berlandas idea.

Sekali lagi, AI hanyalah janaan idea bukan sebuah karya lengkap. Maka seminggu dua ini kami bermain dengan kreativiti yang ada bagi membentuk sebuah idea penghasilan lagu yang kami bentukkan sebagai sebuah ilusi kreatif. Kesemua lirik tulisan asal penulis Muzik Kita.

Ini medannya, anda dengar dan kritik di ruang komen. Berangan is free, so why not?

Lagu: Debar
Genre: Pop
Style: Mid-Eastern flair / R&B
Penyanyi cadangan: Iman Troye

Berpaksi pada trend Afro-Beat dan Mid-East yang menyatu dalam stail nyanyian R&B membuah ilham untuk menghasilkan sesuatu yang catchy dan menangkap pendengaran dengan mudah. Inspirasi Faouzia dan bermain dengan kata-kata berulang.

Lagu: Malu Malu Mahu
Genre: Jazz
Style: Big Band / Broadway
Penyanyi Cadangan: Sissy Imann

Jazz never dated. Kalau ia diramu dengan cara yang betul. Daya pengikat harus kuat saat minit pertama. Harus datang dengan susunan muzik yang grand. Maka tercipta “Malu Malu Mahu”.

Lagu: Benar Tiada Lagi
Genre: Balada
Style: Malay Ballad / R&B Style of singing
Penyanyi Cadangan: Siti Nordiana
/ Liza Hanim

Menghasilkan Balada Melayu paling mudah dengan janaan AI kerana rujukannya banyak. Hanya perlu kreatif dalam styling. Jadi MK masukkan infusi R&B dalam prompt and tadaa, it read well! Terhasil “Benar Tiada Lagi” yang asalnya mahu mengikut tempate Siti Nordiana tapi di hujungnya mengena pula dengan Aisha Retno. Begitulah…

Lagu: Malam Sedih
Genre: Jazz / Soul
Style: Mellow Jazz
Penyanyi Cadangan: Noh Salleh

Selalu berimaginasi jika Noh Salleh do Jazz sebab he can. Jadi janaan “Malam Sedih” ini masih mengikut kebiasaan yang ada pada muzik Noh Salleh. Rujukan paling dekat adalah “Sarawak” – cuma kali ini lebih soulful.

Lagu: Berjerata
Genre: R&B
Style: Gospel Blues
Penyanyi Cadangan: Jaclyn Victor

Bila kali terakhir kita benar-benar ada R&B yang ada groove dengan choir melatari vokal utamanya? Mungkin “Higher Deeper” daripada Ferhad. Kali ini kami janakan dengan meramu idea serupa dengan idea push and power – vibes Jaclyn Victor.


Artikel ini sebetulnya ditulis kerana saya kira muzik tempatan setelah sembilan bulan berjalan begitu mundane dan predictable. Idea-idea baru semakin kering dan kurang. Penyanyi wanita semakin sibuk ke Indonesia mengejar komposer serupa yang akhirnya menghasilkan sound serupa. Siapa yang akan memberi revolusi seterusnya? Setakat artikel ini ditulis. Tiada.

Highlight, Review, Terkini,

melayani debut album bunga dalam sepuluh idea & sudut pandang

Album: Seharum Nama
Persembahan: Bunga
Produser: AmzarRazqa / Guccimith / Zhe Kamil / Kizz / Lucasikta / Sabbala

Sebelum saya menulis panjang ulasan album ini saya harus memulakan artikel dengan meletakkan “300 Saat” sebagai my all time favorite daripada Bunga. Biar “Intan Payung” menjadi momen pecah telurnya membuat pendengar muzik tempatan melayani idea dalam muzikya tapi “300 Saat” sentiasa ada sudut istimewa di pendengaran saya.

Bunga konsisten dalam bermuzik biat ada hit and miss tapi itu hal biasa, mana mungkin kita buat sepuluh lagu kesemuanya akan menjadi national hits. Bunga mengemudi dengan caranya tersendiri – tidak hanya muzik tetapi imej, terampilan sehingga citarasa yang dia ada itu nyata banyak bezanya dengan bakat lain seusianya.

“Seharum Nama” debut album yang berisi sepuluh lagu yang mentafsir semua hal-hal sudut pandang, idea dan cita rasa Bunga dalam bermuzik. Album ini bergerak dalam satu landskap muzik dengan sound kekinian – infusi Pop, Hip-Hop, Lofi, R&B dan elemen nusantara / melayu menjadi pengisian.

“Buai” (Amzar / Amsyar / Bunga / Muariffah / Sabbala) dan “Jatuh” (Bunga / Guccimith) membuka album ini dengan cukup menawan. Melodi kedua-duanya mengikat dan berasosiasi sebaiknya. Attitude Bunga dirasai dan sangat membantu menjadikan kedua-dua lagu ini sebagai naskhah yang mesra dengar.

Bungan menjadi mellow lewat “Dengarkanlah” (Amzar / Bunga / Sayfiq) tetapi penghasilannya masih mengikat saya untuk tidak skip lagu ini sebelum diteruskan dengan rakaman awal “Intan Payung dan “Apadehal”.

“ME[MAHA]MI” (Amzar / Amir Hassan) saya letakkan antara penciptaan yang baik di album ini. Ada hal berbeza dan baru terutama sekali dalam kemasan susunan muziknya. Instrumentasi di lagu ini membuat saya begitu terleka. Transisinya kompleks tetapi addictive. Dan sekali lagi attitude bermuzik Bunga cukup melengkapkan naskhah ini sebagai Pop yang sangat baik.

“Jalan Keluar” memeruskan keterujaan saya tentang hal-hal instrumentasi, efek dan sound yang cukup membuai di dalam lagu. Ini sebuah lagi naskhah yang sempurna mentafsir muzik Bunga. Penghasilannya kreatif, berkelas dan bersifat global.

Bunga saya kira sebagai pemuzik wanita generasi kini telah membuktikan kemampuannya dalam bergerak dalam radar kreatif tanpa perlu terlalu terikat ilham Pop semasa sehingga menghilangkan siapa dirinya yang sebenar. “Seharum Nama” permulaan baru untuk satu perjalanan panjang bakat ini pastinya.

7.8/10


ARTIKEL BERKAITAN

Highlight, Review, Terkini,

noryn aziz membawakan the brand new malay jazz lewat “kaki kiriku”

Lagu: Kaki Kiriku
Persembahan: Noryn Aziz
Komposer Lirik: Reza Salleh / Hin Ee Jeng
Produser: Hin Ee Jeng

Dalam mengembalikan irama lama cabarannya pasti ada namun itu risiko yang harus diambil mana-mana penyanyi dan pemuzik untuk tertumbuh dan tidak terjerat dengan idea serupa. Noryn Aziz melalui kembara bermuziknya dengan satu kelainan mendepani apa yang ada di pasaran semasa tanpa betah.

Lantas menzahirkan dua album solo “Alam Maya” dan “I’m Alright” dengan caranya sendiri. Suka atau tidak itu hal subjektif kerana apa yang penting adalah keberaniannya dalam memberi sesuatu yang berbeza. Dan hal berbeza ini menjadikan Noryn bergerak matang tanpa perlu fomo mengikut trend semasa.

“Kaki Kiriku” menjadi pertaruhan terbarunya yang sekali lagi memberi infusi Jazz tetapi berbeza dengan apa yang pernah dia persembahkan sebelum ini. Lebih awal dirakam The Frankie Sixes, lagu ini mengulik ilham lama pada pasaran Jazz Saloma dan P. Ramlee dengan sentuhan lebih moden dan chic.

Diberi sentuhan berbeza daripada versi The Frankie Sixes, ia ini disusun kembali mengikut vibes dan attitude bermuzik yang lebih mengena Noryn Aziz. Cukup chic dan menyerlahkan sifat muzik Noryn itu sendiri. Dia memahami kehendak lagu ini dan memberikan satu nafas berbeza dengan apa yang dirakam awal kugiran Jazz dan Swing ini.

Noryn Aziz mungkin dalam legasi Pop memiliki pengikut yang niche berbanding penyanyi seusia kembara bermuziknya. Namun apa yang dia berikan pada sebetulnya adalah satu keseimbang yang baik untuk ekosistem pasaran muzik tempatan yang datang dengan warna berbeza.

“Kaki Kiriku” memiliki potensi besar untuk digilai jika mengena percaturan dan rezekinya. Namun jika ia masih gagal mencuri perhatian pendengar itu juga bukan masalah dan salah Noryn. Setidaknya apa yang dia berikan pada lagu ini adalah satu visi dan eveolusi. Maka dengan itu, setiap evolusi itu pasti akan datang dengan risiko yang tersendiri. But this is bop!

8.5 / 10


ARTIKEL BERKAITAN

Review, Terkini,

Rilis Kini: Aishah, Mimifly, Mal Hamka, Umairah, Afieq Shazwan & Andi Bernadee

Ulasan ringkas rilis-rilis terkini

Lagu: Siapakah Namamu
Persembahan: Andi Bernadee
Komposer / Lirik: Kuizz Shah
Produser: The T

Verdik: 7 / 10

Andi Bernadee nama yang sudah lama sebetulnya dalam lapangan muzik tempatan. Ada banyak hits pastinya tetapi masih kurang dipandang serius saya kira. Pop yang dihasilkan bersama ALYPH mencipta satu momen penting raggaeton bergema dalam pasaran muzik tempatan. “Siapakah Namamu” sebuah lagi lagu berpakasi pada idea melodi yang catchy dan menjerat pendengaran dengan sekali dengar. Andi ada attitude yang bersahaja untuk menjadikan lagu ini cukup tersendiri. Dia mampu menjadi big Pop star kalau dia mahu sebetulnya tapi dia memilih untuk reserve dan melalui seadanya.

Lagu: Taman Keabadian
Persembahan: Aishah
Komposer / Lirik: Senna
Produser: Kharisma Music

Verdik: 5.7 / 10

Sebegai legenda Pop yang sinonim dengan penghasilan lagu-lagu Balada yang sudah cukup ikonik – Aishah melalui satu transisi beragam usai fasa kejuaraan di GV. Pertaruhan beberapa single baru kurang menjerat penndengaran pendengar muda pasti dan pada masa yang sama tidak juga diperkatakan penggemar muzik 90-an. Itu struggle yang nyata untuk bakat senior sepertinya. “Taman Keabadian” menjadi pertaruhan baru dengan melodi dan kemasan muzik yang cukup grand signature pada kemasan muzik Kharisma Music (Kembali Terang – Marsha). Lagu ini cukup mengena dengan Aishah sebetulnya. Vokalnya sangat terkawal dan emosinya terjaga. Setidaknya ia lebih subtle berbanding single “Malar” yang pernah beredar dulu. Namun sekali lagi lagu ini ada masalah yang sama – ia agak sukar mencuri perhatian pendengar semasa dan penggemar muzik 90-an.

Lagu: Untukmu
Persembahan: Mal Hamka
Komposer / Lirik: Mal Hamka / Romeo / WanAdamKelly /Jayson Teoh Xiong Phen / Eugene Lai
Produser: Eugene Lai

Verdik: 5.6 / 10

Jika dilihat senarai lagu-lagu yang dirilis Mal Hamka dia setidaknya sudah memiliki lebih 10 single. Namun masih belum menemukan momen “pecah telurnya” tapi sebenarnya tak ada masalah pun kerana bukanlah Mal langsung tiada pendengar. Menerusi beberapa single sebelum ini dia sudah memberikan apa yang dia percaya baik buat perkembangan kariernya. Dan hal ini diteruskan dengan “Untukmu” sebuah Pop yang ringan dan ada momen yang manis dalam penghasilannya.

Lagu: Mendayung Rindu
Persembahan: Afieq Shazwan
Komposer / Lirik: Afieq Shazwan

Verdik: 4 / 10

Afieq Shazwan penyanyi yang berbakat tapi dia stuck dengan idea serupa yang membuatkan dia tidak evolve sebagai penyanyi. Saya lagu sebegini sentiasa ada pasarannya tapi sayang sebetulnya banyak hal-hal yang bagus ada padanya tersekat dan tersia pada ilham serupa sahaja. Suara, emosi dan penyampaian Afieq sangat baik dan dia selayaknya mendapatkan naskhah yang memiliki satu sound yang lebih besar daripada apa yang dia sudah biasa lakukan.

Lagu: Nara
Persembahan: Mimifly
Komposer / Lirik: Mimifly

Verdik: 6 / 10

Mimifly semakin jelas dengan arah muziknya dan apa yang dia lakukan adalah melaksanakan dengan konsisten. Hal ini semakin jelas dengan penghasilan “Nara” yang sekali lagi melepaskan semangat bermuzik Mimi dengan sebebasnya. Kehendak lagu, lirik, video muzik dan attitude Mimi sebagai penyanyi menyatu baik. Untuk saya daripada segi melodi ia tidaklah sekuat “Angkat” namun ia masih berjalan sebagai satu kesinambungan yang baik untuk karier Mimifly.

Lagu: Sayap
Persembahan: Umairah
Komposer / Lirik:
Resa Husin / Farouk Roman

Verdik: 5 / 10

Keupayaan menyanyi yang ada pada Umairah buat saya percaya bakat itu juga sebetulnya diwarisi dan ia dikemudi sebaiknya lewat single “Sayap” ini. Sebagai percubaan pertama Umairah membuktikan dia memiliki potensi yang baik bergerak sebagai penyanyi masa depan yang memiliki peluang cerah. Lagu ini mengena dengan corak suaranya dan sangat mudah didekati pendengar pasaran muzik semasa. Namun untuk usianya penghasilan lagu ini agak terlalu matang tapi itulah direction sebegini lah dia dibesarkan mungkin dan membentuk dirinya hari ini.


ARTIKEL BERKAITAN

Highlight, Review, Terkini,

menjelang “antonim ii” hael husaini naskhahkan “alangkah” & “peluk”

hal-hal penciptaan melodi yang baik saya kira serahkan pada Hael Husaini. Bagi seorang persona Pop, Hael bijak dalam meramu setiap idea yang ada ditafsirkan sebaiknya menerusi satu produksi muzik yang yang bercitarasa dan timeless. Hal ini bukan sesuatu yang boleh kita sangkal, Hael bersama siapa pun produser di sebalik karyanya akan tercipta sesuatu yang moden tanpa perlu terikat idea serupa.

Peralihan daripada Ezra Kong (Jampi, Haram, Hajat) ke MFMF. (Lara, Bujang) sehingga yang terkini bersama Iqie Hugh (Diam, Penjuara, Meriah Lain Macam) tidak membuatkan Hael hilang sakti dalam penghasilan lagu-lagunya. Akan ada pengisian dan pendekatan baru yang menjadikan dia bertumbuh (evolve) sebagai seroang pemuzik yang matang.

“Antonim PT.1” menjadi pertaruhan terbaik dalam satu perjalanan panjang Hael bermuzik. Ia satu bentuk, sifat dan idea yang dibaluti sempurna satu perasaan dalam lagu yang melengkapi. “Kejora” akan sentiasa menjadi my favorite gem. Meneruskan kelangsungan ini “Antonim pt. 2” bakal menyusul dengan pengenalan dua single awal “Alangkah” dan “Peluk” kolaborasi bermuzik bersama Nadeera.

Lagu: Alangkah
Persembahan: Hael Husaini
Komposer Lirik: Hael Husaini / Iqie Hugh
Penerbit: Iqie Hugh

Verdik: 9/10

“Alangkah” menghantui. Semua tentang lagu ini adalah tentang perasaan yang paling dalam dengan naratif sebuah pengharapan. Hael meramu muziknya sekali lagi cemerlang bersama Iqie Hugh yang membawa satu lagi dimensi berbeza dalam menikmati muzik Hael Husaini secara menyeluruh. Saya kira belum ada lagi lagu sebegini terhasil dalam katalog muziknya.

Korus “Kamu // Adalah nadiku // Degupan jantungku // Hanya untuk kamu.” dilantun lembut dan saya suka bagaimana lagu ini dikemaskan susunan muziknya tanpa menjadi terlalu terburu-buru dengan momentum yang dijaga sebaiknya.

Lagu: Peluk
Persembahan: Hael Husaini / Nadeera
Komposer Lirik: Hael Husaini / Iqie Hugh
Penerbit: Iqie Hugh

Verdik: 9.5 /10

“Peluk” lebih mengikat. This is probably antara melodi terbaik yang pernah Hael hasilkan sepanjang dia bermuzik. Seawal verse pertama menuju ke pre-chorus sehingga korus yang menjerat – “Peluk” terhasil sebagai Balada manis yang akan diraikan dalam jangka masa yang panjang saya percaya.

Kolaborasi bersama Nadeera memberi satu keseimbangan pada lagu ini bergerak sebagai naskhah romantis yang terhasil manis. Ia terhasil singkat tetapi itu saktinya untuk kita sebagai pendengar terjerat untuk mengulang dengar berkali-kali pastinya.

Dengan kehadiran dua single ini Hael meneruskan keterujaan saya untuk melihat apa yang bakal ia hadirkan dalam Antonim yang kedua nanti. Mungkin jika tidak keterlaluan untuk saya letakkan Hael ialah bintang Pop yang paling berevolusi kita ada di era ini.


ARTIKEL BERKAITAN

Highlight, Review, Terkini,

ritma empat dekad sheila majid menerusi “moving on” yang ermm, ok

Lagu: Moving On
Persembahan: Sheila Majid
Komposer Lirik: Hyuk Shin / Cuurly / Sya / Sheila Majid
Penerbit: Hyuk Shin

Sheila Majid menyambut usia bermuzik tahun ini pada tahap yang cukup matang, stabil dan berpengaruh pastinya. Empat dekad dijalani dengan cemerlang tanpa ada momen yang membuatkan kita lupa padanya biar bersilih ganti generasi dalam muzik.

Pasaran nusantara ditawan dengan cukup selesa. Biar tidak selalu datang dengan rakaman lagu terbaru, rangkaian nada klasik malar segarnya sentiasa didendang. Jika tidak masakan konsert berskala besar, show demi show datang senantiasa.

Terakhir kali muncul dengan album penuh menerusi “Boneka” pada tahun 2017, Sheila setelah itu menzahirkan single untuk runut bunyi filem dan kolaborasi bersama Kayda berjudul “Believe In Love” dalam nuansa Dance Pop yang segar dan menepati attitude kedua-dua mereka.

Meneruskan kelangsungan empat dekad bermuziknya untuk peminat yang sentiasa menantikan naskhah lagu terbaru, menzahirkan Sheila pada ilham terkini dalam single “Moving On”. Lagu hasil ciptaan Hyuk Shin, Cuurly dan Sya ini membawa imeneruskan lham Pop Dance.

Sheila menerusi lagu ini vergerak dalam radar yang cukup muda in a way. Untuk seorang penyanyi senior (tempatan terutamanya) untuk go to this direction of sound and music ia satu langkah yang cukup berani sebenarnya. Namun setiap percaturan akan ada impak baik dan tidaknya.

“Movin On” secara penghasilan melodi okey bagi saya. Ia segar, kekinian dan ada groove yang baik. Cuma untuk usia bermuzik Sheila bagi saya kira agak ia underwhelmed. Bukan maksud saya ia tidak bagus mungkin sebagai pengikut Sheila saya ada expectation berberza. And yes expectation kills.

Melewati pasaran muziknya, sejujurnya saya rindukan feel dan groove the 80’s Sheila seperti “Tua Sebelum Waktu”, “Panorama” dan “Nada”. Ilham muzik sebegini banyak sebetulnya di era kini yang dibangunkan pemuzik muda nusantara.

Setelah sekian lama tanpa single baru saya mengharapkan the brand new Sheila ini untuk hadir dengan karya-karya LaleIlmaNino (C.H.R.I.S.Y.E), Diskoria (Serenata Jiwa Lara) dan Lomba Sihir (Apa Ada Amara) yang mapu menzahirkan kembali feel 80-an Sheila dengan sesuatu yang cukup bernostalgia namun masih moden dan kekinian. Or atleast something like what Ernie did for “Nostalgia” it’s a bop.

“Movin On” melepasi konsep dan batasan Sheila Majid. Ini mungkin direction yang dia mahu tetapi sebagai pendengar Sheila saya tidak mahu identiti muziknya yang dihidupkan empat dekad ini hilang hanya kerana mahu menciptakan sesuatu yang berbeza atau sekadar mahu to fit in this generation.

Beberapa contoh yang baik adalah bagaiman Ruth Sahanya bersama LaleIlmaNino menghasiilkan single “Satu” beberapa tahun lalu. Ia terhasil melengkapi kematangan bermuzik Ruth, attitude yang dia miliki dan pada masa yang sama masih current dan kental jiwa seorang Ruth Sahanaya.

Penghasilan “Moving On” sekadar okey bagi saya mungkin jika ia dibawakan penyanyi baru, yes saya akan memuji yang penyanyi tersebut memiliki potensi besar kerana lagu ini diproduksi cukup tastefully produced tetapi untuk kematangan bermuzik seorang Sheila Majid ia sekadar okey dan mungkin akan dilupakan dalam masa beberapa tahun mendatang.

7/10


ARTIKEL BERKAITAN

Highlight, Review, Terkini,

“takleh usik” rhythm baru kaka azraff

Lagu: takleh usik
Persembahan: Kaka Azraff
Komposer Lirik: SonaOne / K10 / Kaka Azraff / Harvinth Skin
Penerbit: SonaOne

Lama menanti sebetulnya lagu-lagu terbaru Kaka setelah terakhir “Hilang” Kaka sempat merilis kurang lebih dua single “karya” dan “dilema” namun ia bukanlah seperti apa yang Kaka saya harapkan. Namun ia satu peralihan dan dalam setiap peralihan itu akan ada percubaan. Unfortunately kedua-dua single tersebut gagal menyatu memebtuk Kaka yang saya suka.

Melwati pasaran muziknya, berawal single kolaborasi bersama Zizan menerusi “Bawaku Pergi” dan momen pecah telurnya menerusi “Bukan Hal Aku” memperlihatkan satu konsep sempurna untuk seorang Kaka Azraff bernadi dalam muziknya.

Setelah itu chemistry yang menyatu sempurna bersama ALYPH the magic portion membentuk beberapa lagu Pop segar dengan infusi R&B dan Hip-Hop. “Sibuk”, “Kembali”, “Diamonds” sehingga material juara “GILA” menjadikan Kaka antara penyanyi wanita yang paling berjaya bagi saya untuk kekal pada jaluran muzik yang hanya dia tekun mendepaninya.

Biar ada percubaan membawakan Balada namun ya ia sekadar okey (selain “Hilang” yang hebat penciptaannya). Kaka tidak terburu dalam rencana muziknya dan kerana faktor itu juga fokus dan konsistensi adalah hal yang kita dapat daripadanya.

“Takleh Usik” meneruskan konsistensi bermuzik Kaka. Masih kental jiwa seorang Kaka, lagu ini kolaborasi pertama Kaka dalam komposisi muzik SonaOne bersama K10 dan Harvinth Skin. Ia mengikat (hooked) saya dengan sekali pendengaran, malah ia berulang seharian tanpa jemu.

Karakter vokal Kaka semakin matang dan jiwanya semakin dirasai. Kakak cukup bersahaja dalam penyampaian tetapi masih beralas emosi yang tepat. Lagu ini bergerak sebagai satu penyatuan sempurna komposisi muzik, lirik dan attitude bermuzik Kaka. Pop di lagu ini menyatu baik dalam ilham EDM, Hip-Hop.

“Takleh Usik” adalah Kaka yang sering saya harapkan penghasilannya. Simple tapi cemerlang. Semakin berusia matang karier muziknya, semakin dia bijak dalam percaturan. Kaka sebetulnya siap untuk sebuah album penuh dan showcase solonya.

9/10


ARTIKEL BERKAITAN

Highlight, Review, Terkini,

kolaborasi manis nadhif basalamah, aisha retno & aziz harun

Lagu: kota ini tak sama tanpamu
Persembahan: Nadhif Basalamah / Aisha Retno / Aziz Harun
Komposer / Lirik: Nadhif Basalamah / Aisha Retno / Aziz Harun / Petra Sihombing
Produser: Petra Sihombing

Gagasan baru pemuzik Pop nusantara menzahirkan ilham-ilham yang kekinian namun masih kental nuansara nusantara. Berlandaskan idea itu lahirlah bakat-bakat seperti Nadhif Basalamah, Aisha Retno dan Aziz Harun yang membentuk sebuah naskhah Pop yang datang sebagai sebuah pemikiran, swadaya dan komersial.

“kota ini tak sama tanpamu” menjadi pertaruhan tiga anak muda ini dalam meneruskan satu silaturrahim muzik tiga negara yang cukup dekat sebetulnya. Lagu ini bergerak dalam acuan muzik yang kental jiwa Nadhif dan Aziz yang disatukan dengan kemanisan persembahan Aisha Retno yang menjadikan landskap Pop di lagu ini lebih harmoni.

Lagu ini lebih awal dirakamkan Nadhif dalam versi solo menerusi album debut extended version awal tahun ini. Dan idea kolaborasi ini sememangnya memberi kelebihan untuk lagu ini menjadi lebih lengkap. Ceritanya ditulis manis, lengkap sebagai naskhah romantis jarak jauh yang pastinya mampu terkait mudah dengan pendengar muda.

Korus lagu ini mengikat, kolaborasi ketiga-tiga mereka memberi justifikasi yang baik untuk lagu ini ditinggikan standarnya. Aisha, Aziz dan Nadhif bercerita lewat lagu yang melodinya ditulis cukup melengkapi kehendak.

“Jatuh cinta memang manis // Apalagi ada kamu di sini” menjadi killer untuk lagu ini menjerat pendengaran. Bait liriknya disusun puitis dan kemas terutama di bahagian korus “Genggam tanganku sayang // Kota ini tak sama tanpamu.” A repeat mode!

8/10


ARTIKEL BERKAITAN